automotive | masa depan | parkir otomatis | autonomus drive
Teknologi, jika membahas hal tersebut bisa dikatakan tidak
ada habisnya. Setiap jam, menit, detik, teknologi baru hadir di kehidupan kita.
Semua itu perlahan menggeser presepsi kita yang dulunya kita anggap hal itu mustahil. Banyak sekali teknlologi revolusioner yang ada. Mulai dari konsep, sampai yang telah di produksi.
Teknologi, yang tujuan utamanya adalah mempermudah umat manusia dalam melakukan suatu hal.
Teknologi juga berfungsi untuk memecahkan masalah masalah yang ada, baik itu masalah sosial, budaya, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya.
Namun, sebagai pengguna dari teknologi teknologi yang ada, memang dibutuhkan selektifitas,yang mana baik dan buruk.
Karena, tak dapat dipungkiri, teknologi memiliki banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan.
Semua itu perlahan menggeser presepsi kita yang dulunya kita anggap hal itu mustahil. Banyak sekali teknlologi revolusioner yang ada. Mulai dari konsep, sampai yang telah di produksi.
Teknologi, yang tujuan utamanya adalah mempermudah umat manusia dalam melakukan suatu hal.
Teknologi juga berfungsi untuk memecahkan masalah masalah yang ada, baik itu masalah sosial, budaya, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya.
Namun, sebagai pengguna dari teknologi teknologi yang ada, memang dibutuhkan selektifitas,yang mana baik dan buruk.
Karena, tak dapat dipungkiri, teknologi memiliki banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan.
Mobil dan Teknologi adalah satu kesatuan yang utuh. Setiap
generasi mobil, pasti adanya pembaharuan teknologi yang terjadi. Produsen
berlomba lomba menciptakan teknologi untuk diterapkan ke dalam jajaran
produknya.
Semua itu dilakukan agar dapat berkompetisi dengan brand lain. Namun, memang teknologi yang terdapat di dalam mobil memiliki beberapa dampak negatif.
Seperti autonomus driving yang dipopulerkan oleh Tesla. Dimana, orang terlalu mempercayai teknlogi ini, padahal itu semua buatan manusia.
Semua itu dilakukan agar dapat berkompetisi dengan brand lain. Namun, memang teknologi yang terdapat di dalam mobil memiliki beberapa dampak negatif.
Seperti autonomus driving yang dipopulerkan oleh Tesla. Dimana, orang terlalu mempercayai teknlogi ini, padahal itu semua buatan manusia.
Secanggin apapun suatu
teknologi, resiko terjadinya kesalahan atau error itu pasti ada. Namun, terlepas
dari itu semua, teknologi sudah membantu dan telah hadir di kehidupan kita.
Nah, kali ini saya akan membahas mengenai teknologi yang ada
pada mobil yang dulunya mungkin cuman hayalan, atau mimpi. Namun, sekarang sudah ada beberapa yang diwujudkan!. Apa saja?.
- Air Gesture
Air gesture, merupakan suatu teknologi yang berfungsi ketika kita ingin mengontrol sesuatu, hanya melakukan gerakan tangan
untuk melakukannya.
Misalkan, kita ingin mengeraskan volume suara pada mobil. Kita tinggal melakukan gerakan tangan kecil tanpa harus menyentuh layar.
Sebenarnya, teknologi ini sudah hadir di beberapa model mobil.
Bahkan, beberapa produk Toyota yang dijual di Indonesia memiliki teknologi ini. Sebut saja Toyota yaris, Innova, dan Fortuner.
Namun memang teknologi air gesture yang ada pada mobil tersebut masih memiliki kekurangan.
Karena, ia sistemnya mengenali sesuatu dari sinar matahari. Jadi, jika ada sinar matahari dan kebetulan sensornya mengaggap bahwa kita melakukan sebuah perintah, layar pada mobil tersebut dapat merespon sendiri.
Jadi, bisa saja volume mobil dapat naik sendiri, channel radio dapat terganti sendiri tanpa ada yang mengontronya. Serem ya..hehehe.
Misalkan, kita ingin mengeraskan volume suara pada mobil. Kita tinggal melakukan gerakan tangan kecil tanpa harus menyentuh layar.
Sebenarnya, teknologi ini sudah hadir di beberapa model mobil.
Bahkan, beberapa produk Toyota yang dijual di Indonesia memiliki teknologi ini. Sebut saja Toyota yaris, Innova, dan Fortuner.
Namun memang teknologi air gesture yang ada pada mobil tersebut masih memiliki kekurangan.
Karena, ia sistemnya mengenali sesuatu dari sinar matahari. Jadi, jika ada sinar matahari dan kebetulan sensornya mengaggap bahwa kita melakukan sebuah perintah, layar pada mobil tersebut dapat merespon sendiri.
Jadi, bisa saja volume mobil dapat naik sendiri, channel radio dapat terganti sendiri tanpa ada yang mengontronya. Serem ya..hehehe.
Selain Toyota, kita juga dapat melihat
teknologi ini pada jajaran produk BMW, seperti BMW Serie 7. Namun, ini jauh
lebih canggih dari kepunyaan Toyota “yaiyalah, kan lebih mahal..”.
Dimana, system dari BMW ini berbeda dengan Toyota. Ia memiliki sensor di bagian bawah spion belakang.
Jadi kita dapat melakukan gerakan yang lebih baik dari Toyota. Namun, karena masih baru, perlu pembiasaan untuk menggunakan teknologi ini.
Dimana, system dari BMW ini berbeda dengan Toyota. Ia memiliki sensor di bagian bawah spion belakang.
Jadi kita dapat melakukan gerakan yang lebih baik dari Toyota. Namun, karena masih baru, perlu pembiasaan untuk menggunakan teknologi ini.
- Self Parking
Bagi pemula yang baru paham mengenai cara
mengemudi mobil. Mungkin parkir adalah suatu ujian pagi para pemula.
Apalagi jika medan yang ditempuh itu susah. Namun, semua berubah setelah Negara api menyerang. Karena, sekarang sudah tersedia teknologi, dimana kita hanya memilh lokasi parkirnya dan mobil akan memarkirkan sendiri untuk kita…keren kan!.
Memang, cukup aneh melihat stir mobil berpurtar sendiri seolah digerakkan oleh makhluk ghaib. Rem juga dilakukan otomatis oleh system dari otomatis dari mobil tersebut.
Apalagi jika medan yang ditempuh itu susah. Namun, semua berubah setelah Negara api menyerang. Karena, sekarang sudah tersedia teknologi, dimana kita hanya memilh lokasi parkirnya dan mobil akan memarkirkan sendiri untuk kita…keren kan!.
Memang, cukup aneh melihat stir mobil berpurtar sendiri seolah digerakkan oleh makhluk ghaib. Rem juga dilakukan otomatis oleh system dari otomatis dari mobil tersebut.
Mobil yang menggunakan teknologi ini
menggunakan system sensor yang sangat banyak. Misalnya, Ford Focus yang
menggunakan 16 sensor dibagian bodi mobilnya untuk mendukung fitur ini. Remnya
bekerja sama dengan system ABSnya.
Kita tinggal memilih lokasi untuk parkir, kemudian sistemnya memberitahukan apakah dapat parkir di daerah tersebut atau tidak.
Jika telah didapat lokasinya, maka kita hanya menekan satu tombol untuk melakukannya. arkirnya bisa dalam berbagai model.
Baik itu pararel parking ataupun perpendicular parking.
Namun, karena ini juga buatan manusia, jadi jangan percayakan teknologi ini 100%. Bisa bisa jika tidak hati hati malah mengenai mobil yang berada di dekatnya.
Kita tinggal memilih lokasi untuk parkir, kemudian sistemnya memberitahukan apakah dapat parkir di daerah tersebut atau tidak.
Jika telah didapat lokasinya, maka kita hanya menekan satu tombol untuk melakukannya. arkirnya bisa dalam berbagai model.
Baik itu pararel parking ataupun perpendicular parking.
Namun, karena ini juga buatan manusia, jadi jangan percayakan teknologi ini 100%. Bisa bisa jika tidak hati hati malah mengenai mobil yang berada di dekatnya.
- Kunci Mobil ala Smartphone
Teknologi ini diterapkan oleh BMW Serie 7.
Yah, kunci dari sedan terbesar BMW ini memiliki layar seperti smartphone pada
umumnya.
Bukan cuman teknologinya, bentuknya pun sangat menarik dan modern yang pastinya bisa dibanggakan kepada teman.
Spesialnya, terdapat berbagai fitur dalam sebuaah “kunci” mobil ini. Seperti fitur untuk menyalakan AC didalam mobil sebelum kita masuk, jadi ketika masuk mobil sudah dingin.
Ini sangat bagus, apalagi yang menggunakan mobil ini adalah bos bos yang tidak ingin kepanasan.
Fitur yang sangat menarik dari kunci ini adalah sebagai remot control. Yap, dengan kunci ini, kita dapat mengontrol mobil saat ingin parkir.
Kita hanya berdiri diluar mobil dan mengotrol maju mundurnya. Jadi, ini adalah mobil remot control terbesar dan termahal didunia..hehehe.
Bukan cuman teknologinya, bentuknya pun sangat menarik dan modern yang pastinya bisa dibanggakan kepada teman.
Spesialnya, terdapat berbagai fitur dalam sebuaah “kunci” mobil ini. Seperti fitur untuk menyalakan AC didalam mobil sebelum kita masuk, jadi ketika masuk mobil sudah dingin.
Ini sangat bagus, apalagi yang menggunakan mobil ini adalah bos bos yang tidak ingin kepanasan.
Fitur yang sangat menarik dari kunci ini adalah sebagai remot control. Yap, dengan kunci ini, kita dapat mengontrol mobil saat ingin parkir.
Kita hanya berdiri diluar mobil dan mengotrol maju mundurnya. Jadi, ini adalah mobil remot control terbesar dan termahal didunia..hehehe.
Baca Juga: Tentang Lamborghini Aventador S 2017
Ada kelebihan pasti ada kekurangan. Meskipun
canggih, teknologi ini masih terdapat kekurangan didalamnya.
Pertama, jika jatuh, kunci ini bisa rusak. Berapa biaya untuk menggantinya?, sekitar 10 juta rupiah untuk sebuah kunci mobil dengan layar warna warni…#bruh.
Dengan harga seperti itu, dapat membeli laptop gaming atau sebuah Samsung galaxy S7. Namun memang orang yang dapat mobil seperti ini menganggap 10 juta itu sebagai recehan..hehehe.
Kedua, karena memiliki layar, maka membuat baterainya habis dalam waktu yang tidak lama.
Dan jika kebetulan anda tidak membawa kunci cadangan dan baterai dari kunci utama ini habis. Maka anda tidak dapat masuk dan hanya dapat memandangi mobil anda..hehehe.
Pertama, jika jatuh, kunci ini bisa rusak. Berapa biaya untuk menggantinya?, sekitar 10 juta rupiah untuk sebuah kunci mobil dengan layar warna warni…#bruh.
Dengan harga seperti itu, dapat membeli laptop gaming atau sebuah Samsung galaxy S7. Namun memang orang yang dapat mobil seperti ini menganggap 10 juta itu sebagai recehan..hehehe.
Kedua, karena memiliki layar, maka membuat baterainya habis dalam waktu yang tidak lama.
Dan jika kebetulan anda tidak membawa kunci cadangan dan baterai dari kunci utama ini habis. Maka anda tidak dapat masuk dan hanya dapat memandangi mobil anda..hehehe.
“kelemahan tadi saya dapat dari review yang dilakukan oleh salah satu reviewer kesukaan saya yaitu Fitra Eri di channel otodriver.com. Jika anda ingin melihat videonya, anda dapat mengklik link ini untuk part 1, dan untuk part 2, anda dapat mengklik link ini”
- Autonomous Car atau Self Driving Car
Merupakan salah satu teknologi tercanggih
yang ada pada mobil. Teknologi ini dibuat karena 90% kecelakaan mobil
disebabkan oleh human error atau pengemudinya.
Jadi, walaupun menggunakan banyak active safety di dalam mobil, ini tidak ada gunanya.
Dengan teknologi ini, mobil dapat mengendarai sendiri tanpa harus dikemudi oleh pengendaranya.
Salah satu mobil yang menggunakan mobil ini adalah Tesla Model S dan jajaran mobil Tesla Lainnya.
Fitur ini sangat membantu apalagi jika pengendara sedang mengantuk. Sistem kerja dari teknologi ini memang sangat rumit. Dengan mengandalkan sensor sensor dan prosesor yang ditempel pada mobil.
Jadi, walaupun menggunakan banyak active safety di dalam mobil, ini tidak ada gunanya.
Dengan teknologi ini, mobil dapat mengendarai sendiri tanpa harus dikemudi oleh pengendaranya.
Salah satu mobil yang menggunakan mobil ini adalah Tesla Model S dan jajaran mobil Tesla Lainnya.
Fitur ini sangat membantu apalagi jika pengendara sedang mengantuk. Sistem kerja dari teknologi ini memang sangat rumit. Dengan mengandalkan sensor sensor dan prosesor yang ditempel pada mobil.
Baca Juga : Daftar Mobil hybrid Tercepat Di Dunia
Sensor yang diandalkan dalam system ini
adalah berasal dari navigasi. Terdapat juga gelombang infra merah, ultrasonik,
dan kamera untuk menjaga agar mobil ini dapat
mengetahui objek sekitar dan membuat keputusan.
Dari system inipula muncul berbagai system lainnya, seperti autonomous braking “rem otomatis” dan self parking.
Dari system inipula muncul berbagai system lainnya, seperti autonomous braking “rem otomatis” dan self parking.
Karena sebegitu rumitnya teknologi ini maka
kemungkinan terjadinya error dapat terjadi. Sudah ada beberapa kecelakaan yang
terjadi pada mobil yang menggunakan teknologi ini.
Seperti kecelakaan Model S yang menabrak trailer karena sistem Autopilot di florida.
Tesla menuturkan bahwa ini terjadi karena truk trailer tersebut sangat tinggi sehingga system dari Autonomousnya tidak mendeteksi truk trailer tersebut.
Jadi, memang canggih tapi tidak boleh dipercayakan 100%!.
Seperti kecelakaan Model S yang menabrak trailer karena sistem Autopilot di florida.
Tesla menuturkan bahwa ini terjadi karena truk trailer tersebut sangat tinggi sehingga system dari Autonomousnya tidak mendeteksi truk trailer tersebut.
Jadi, memang canggih tapi tidak boleh dipercayakan 100%!.
- Instrumen Cluster digital
Ya, ini sebenarnya sudah saya bahas, anda
dapat melihat artikelnya dengan mengklik link ini. Mungkin dulu yang bisa
dilihat dari instrument cluster mobil hanya berupa jarum jarum speedometer,
informasi jarak tempuh, bensin, dan lainnya.
Itu mungkin agak membosankan. Apalagi pas menghadapi kemacetan kota Jakarta yang menguji kesabaran.
Namun, sekarang ada instrument cluster digital. Jadi didalamnya sudah tidak ada lagi jarum. Semuanya layar.
Kelebihannya adalah kita dapat mengatur tema tema yang ada di dalamnya. Sehingga tidak membuat bosan bagi pengendaranya.
Itu mungkin agak membosankan. Apalagi pas menghadapi kemacetan kota Jakarta yang menguji kesabaran.
Namun, sekarang ada instrument cluster digital. Jadi didalamnya sudah tidak ada lagi jarum. Semuanya layar.
Kelebihannya adalah kita dapat mengatur tema tema yang ada di dalamnya. Sehingga tidak membuat bosan bagi pengendaranya.
Terlebih lagi, beberapa mobil yang
menggunakan teknologi ini memiliki fitur fitur menarik, seperti Navigasi.
Jadi bukan hanya dari layar multimedianya, namun juga dapat dilihat dari instrument clusternya. Mobil mobil yang menggunakan fitur ini seperti Audi, BMW, Renault koleos dan lainnya.
Jadi bukan hanya dari layar multimedianya, namun juga dapat dilihat dari instrument clusternya. Mobil mobil yang menggunakan fitur ini seperti Audi, BMW, Renault koleos dan lainnya.
Oke. Terima Kasih telah mengujungi blog
ini.
WikiDhil
- Tesla Model S, salah satu jajaran mobil Tesla yang tersukses.
- Prependicular parking, merupakan model memarkir mobil ke belakang. Model seperti ini biasa dipakai di parkiran mall.
- Parrarel parking, adalah model parkir menyamping. Biasanya model parkir seperti ini dilakukan di jalanan.
Don’t forget to Like, Share, and read More My
Special Article For you
Instagram =
@fadilmuhaimin
Facebook =
fadilmuhaimin
E-Mail = fadilmuhaimin88@gmail.com





